Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

Pembahasan kita sekarang yaitu Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?. Asuransi emang adalah cara paling akhir dan termasuk taktik pandai dalam mengendalikan Resiko. 3 kiat lainnya, seperti menghindari, menyusutkan, dan menerima risiko, dianggap kurang cerdas karena membuat kerugian yang lebih besar.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

Akan tetapi, telah dipahami bahwa tak semua risiko dapat diasuransikan, sebab ada kualifikasi risiko buat ditanggung asuransi (insurable risks). Resiko yang terlalu kecil, seperti sakit pilek atau kehilangan sebuah buku, enggak ditanggung asuransi.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

6 jenis resiko yang ditanggung asuransi yaitu sebagai berikut:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Berdasarkan sifat kejadiannya, resiko bisa tampak sebagai suatu kebetulan atau accidental dan bisa muncul akibat suatu pekerjaan spekulatif. Resiko murni ialah resiko yang spontan, tak dibuat-buat, gak disengaja, atau dicari-cari bahkan gak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang punya risiko rugi, tapi resiko rugi itu dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan masih banyak lagi.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

Resiko rugi akibat suatu usaha dagang adalah resiko spekulasi yang tidak ditanggung asuransi. Oleh karenanya, gak ada asuransi yang menawarkan asuransi bila suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang timbul akibat suatu kegiatan kesengajaan, akibat mau memperoleh santunan asuransi contohnya, tak dapat diasuransikan. Misal, seseorang mempunyai asuransi kematian sebesar satu milyar rupiah, dapat saja dibunuh oleh ahli warisnya untuk mendapat manfaat asuransi sebesar satu milyar rupiah itu.

Kematian yang diakibatkan karena kesengajaan seperti itu tidak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja berusaha bunuh diri dengan meminum racun serangga akan tetapi gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tak berhak atas jaminan perawatan, sebab risiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh risiko murni ialah penyakit kanker. Sakit kanker, yang memerlukan perawatan yang lama dan mahal, tidak pernah diinginkan oleh si pengidap dan akibatnya, penyakit kanker yaitu risiko murni yang ditanggung oleh asuransi atau dijamin oleh asuransi.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

2. Resiko bersifat definitive

Bersifat definitif maknanya resiko bisa ditentukan peristiwanya secara pasti dan jelas, serta dipahami berdasarkan bukti kejadiannya. Risiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Risiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto kejadian.

3. Resiko bersifat statis

Pengertian statis yakni probabilitas kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu negara. Hal tersebut berbeda dengan resiko bisnis yang sifatnya dinamis akibat sangat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu saja, resiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang tak banyak.

Resiko seseorang terkena kanker atau gagal jantung bakal relatif statis, tidak dipengaruhi iklim ekonomi dan politik, tetapi dalam jangka panjang risiko serangan jantung dipengaruhi keadaan ekonomi. Negara maju, yang relatif kaya dan rakyatnya cenderung mengkonsumsi makanan lezat dengan kandungan tinggi lemak, memperlihatkan probabilitas serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa miskin.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

4. Resiko berdampak finansial

Tiap resiko punya pengaruh finansial dan non-finansial. Resiko yang ditanggung oleh asuransi ialah risiko yang punya efek finansial, sebab yang dapat diperhitungkan yakni kerugian finansial. Transfer resiko dibuat dengan cara membayar premi atau kontribusi pada perusahaan asuransi, yang akan memberikan penggantian apabila timbul efek keuangan suatu resiko yang telah terjadi.

Suatu kecelakaan diri, contohnya, punya efek keuangan berupa ongkos pemeliharaan dan/atau kehilangan kesempatan buat mendapat penghasilan. Selain itu, timbul pula rasa nyeri dan beban mental kalau kecelakaan itu membuat kematian atau kecacatan, sehingga risiko tersebut membuat pengaruh yang besar. Dari semua pengaruh yang terjadi, cuma resiko finansial berupa ongkos pemeliharaan dan kehilangan income efek dari kehilangan jiwa atau kecacatan.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

Dampak rasa nyeri dan perasaan kehilangan tak dapat diasuransikan karena ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi untuk mengganti dampak keuangan itu ialah penggantian ongkos penyembuhan dan perawatan (baik berupa uang atau pelayanan), maupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan imbalan karena kematian atau kecacatan itu.

5. Resiko measurable atau quantifiable

Ketentuan lain ialah besarnya kerugian finansial karena risiko itu bisa diperhitungkan secara cermat. Jika seorang sakit, harus bisa diterangkan lokasi terjadinya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, lokasi pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan yang dijalani.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

Contohnya, Tn. Ahmad menderita serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang dibutuhkan buat pemeliharaan Tn. Ahmad yaitu Rp 20 juta. Jadi, yang dapat dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya perawatan. Adapun rasa sakit amat susah diukur, biarpun Anda memiliki beraneka macam instrumen, sebab rasa sakit bersifat amat subjektif.

Besar penggantian ongkos perawatan kudu disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak pertanggungan. Khusus untuk asuransi jiwa, besar kerugian keuangan akibat kematian umumnya ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesulitan mengukur besar kerugian finansial pengaruh dari suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Penentuan jumlah tertentu ini dinamakan quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan dasar nilai premi yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat resiko (severity) emang relatif dan bisa berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Resiko yang bisa dijamin oleh perusahaan asuransi hendaknya memenuhi ketentuan ukurannya. Risiko biaya rawat inap sebesar Rp 5 juta dapat dinilai besar oleh orang yang berpemasukan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpenghasilan di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi harus secara akurat menilai tipe risiko yang akan diasuransikan. Kecenderungan asuransi kesehatan di dunia yakni menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif karena ada kaitan antara resiko dengan dana kecil dan pelayanan yang memerlukan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang datang ke dokter mengandung resiko menjadi fatal bila penyembuhan lanjutannya gak ditanggung, sebab ada kemungkinan orang tersebut tak melanjutkan pelayanannya karena halangan dana.

Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara mendalam merupakan perpaduan penyusutan risiko (risk reduction) dan transfer resiko. Suatu skema asuransi yang hanya menjamin risiko yang kecil, misalnya hanya pengobatan di puskesmas seperti yang dahulu dipraktekkan dengan sistem dana sehat atau JPKM, gak memenuhi syarat asuransi. Oleh karena itu, di manapun di dunia, bentuk asuransi mikro seperti itu gak mempunyai sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Rata-rata, skema seperti itu berusia pendek dan gak jadi besar.

Demikian informasi mengenai Apa Saja Jenis-Jenis Resiko yang Ditanggung Asuransi?, semoga artikel ini berguna buat kalian. Tolong postingan ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.