Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Kali ini kami akan ulas mengenai Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?. Asuransi memang adalah strategi terakhir dan termasuk strategi cermat dalam mengendalikan Resiko. Tiga kiat lainnya, seperti mengatasi, mengecilkan, dan menerima risiko, dianggap kurang bijaksana karena menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Namun, telah dipahami bahwa gak semua resiko ditanggung oleh asuransi, sebab ada persyaratan risiko untuk ditanggung asuransi (insurable risks). Risiko yang terlalu kecil, contohnya terkena pilek atau kehilangan sebuah buku, gak ditanggung asuransi.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Beberapa jenis resiko yang dapat diasuransikan yakni sebagai berikut:

1. Resiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Berdasarkan sifat perkaranya, risiko bisa terlihat sebagai suatu kebetulan atau accidental dan dapat tampak sebab suatu aktivitas spekulatif. Resiko murni ialah resiko yang spontan, enggak dibuat-buat, tak direncanakan, atau dicari-cari bahkan tidak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang mempunyai risiko rugi, tapi risiko rugi tersebut bisa dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan sebagainya.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Risiko rugi karena suatu usaha dagang ialah risiko spekulasi yang tak ditanggung asuransi. Oleh karenanya, tak ada asuransi yang menawarkan pertanggungan apabila suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang timbul akibat suatu aktivitas kesengajaan, karena ingin menerima santunan asuransi misalnya, tidak bisa diasuransikan. Contoh, seseorang memiliki asuransi kematian senilai Rp 1 Milyar, dapat saja dibunuh oleh ahli warisnya untuk menerima jaminan asuransi sebesar Rp 1 Milyar tersebut.

Kematian yang disebabkan karena kesengajaan seperti itu enggak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga tetapi gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit enggak berhak atas jaminan perawatan, sebab resiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh risiko murni yaitu penyakit kanker. Sakit kanker, yang membutuhkan perawatan yang lama dan mahal, enggak pernah diharapkan oleh si penderita dan karenanya, penyakit kanker adalah risiko murni yang bisa diasuransikan atau dijamin oleh asuransi.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

2. Resiko bersifat definitive

Bersifat definitif maknanya risiko dapat ditentukan kejadiannya secara pasti dan jelas, serta dikenal berdasarkan bukti kejadiannya. Resiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Risiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Resiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto kejadian.

3. Risiko bersifat statis

Pengertian statis yaitu probabilitas peristiwa relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu bangsa. Hal itu berbeda dengan risiko usaha yang bersifat dinamis karena sangat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu saja, risiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang tidak banyak.

Risiko seseorang terserang kanker atau gagal jantung bakal relatif statis, gak dipengaruhi keadaan ekonomi dan politik, akan tetapi dalam jangka panjang resiko serangan jantung dipengaruhi kondisi ekonomi. Bangsa maju, yang relatif kaya dan rakyatnya cenderung memakan makanan lezat dengan kandungan tinggi lemak, memperlihatkan probabilitas serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa miskin.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

4. Risiko berpengaruh keuangan

Setiap resiko punya dampak keuangan dan non-keuangan. Resiko yang ditanggung oleh asuransi ialah resiko yang mempunyai akibat keuangan, sebab yang dapat diperhitungkan ialah kerugian keuangan. Transfer risiko dilaksanakan dengan proses membayar premi atau kontribusi pada perusahaan asuransi, yang akan memberikan penggantian bila terjadi efek keuangan suatu risiko yang sudah berlangsung.

Suatu kecelakaan diri, misalnya, punya pengaruh keuangan berbentuk ongkos perawatan dan/atau kehilangan kesempatan buat menerima income. Di samping itu, timbul juga rasa nyeri dan beban psikologis bila kecelakaan tersebut menimbulkan kematian atau kecacatan, sehingga resiko tersebut mengakibatkan akibat yang besar. Dari semua dampak yang berlaku, hanya resiko finansial berbentuk ongkos pemeliharaan dan kehilangan penerimaan efek dari kehilangan jiwa atau kecacatan.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Pengaruh rasa nyeri dan perasaan kehilangan enggak dapat diasuransikan karena ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang bisa ditawarkan asuransi buat mengubah dampak finansial itu adalah penggantian ongkos penyembuhan dan pemeliharaan (baik dalam bentuk uang atau pelayanan), ataupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan pemasukan karena kematian atau kecacatan tersebut.

5. Risiko measurable atau quantifiable

Ketentuan lain adalah besarnya kerugian keuangan karena risiko tersebut dapat diperhitungkan secara cermat. Apabila seorang sakit, wajib dapat diterangkan lokasi terjadinya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, lokasi perawatan (nama dan lokasi rumah sakit), dan biaya yang diperlukan buat perawatan yang dilakukan.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Contohnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan buat pemeliharaan Tn. Ahmad adalah Rp 20 juta. Jadi, yang bisa dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya pemeliharaan. Adapun rasa sakit amat sulit diukur, walaupun engkau mempunyai berbagai macam instrumen, sebab rasa sakit sifatnya sangat subjektif.

Besar penggantian ongkos perawatan harus disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak pertanggungan. Khusus buat asuransi jiwa, besar kerugian finansial akibat kematian biasanya ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesulitan mengukur besar kerugian finansial karena suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Penentuan jumlah tertentu ini disebut quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan landasan perhitungan premi yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

6. Ukuran resiko harus besar (large)

Derajat resiko (severity) emang relatif dan bisa berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi sepatutnya memenuhi ketentuan ukurannya. Resiko biaya rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berimbalan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berincome di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi harus secara tepat menilai kelompok resiko yang bakal diasuransikan. Kecondongan asuransi kesehatan di dunia yakni menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif karena ada hubungan antara resiko dengan dana kecil dan pelayanan yang memerlukan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang datang ke dokter mengandung risiko jadi fatal bila penyembuhan lanjutannya tak dijamin, karena ada kemungkinan orang itu enggak meneruskan pelayanannya sebab halangan dana.

Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif yaitu perpaduan pengurangan resiko (risk reduction) dan transfer risiko. Suatu sistem asuransi yang hanya menanggung risiko yang kecil, misalnya cuma pengobatan di puskesmas seperti yang dahulu dipraktikkan dengan desain dana sehat atau JPKM, gak memenuhi ketentuan asuransi. Oleh sebab itu, di manapun di dunia, jenis asuransi mikro seperti itu tidak mempunyai sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Biasanya, skema semacam itu berusia pendek dan gak menjadi besar.

Demikian informasi terkait dengan Apa Sajakah Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi?, semoga artikel kali ini bermanfaat buat Anda. Tolong postingan ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.