Cara Bijak dalam Mengelola Risiko

Pembahasan kita kali ini yaitu Cara Bijak dalam Mengelola Risiko. Kita memahami, bahwa dalam setiap langkah mengandung suatu risiko, bahkan saat tak melakukan apa pun, tetap ada risiko, yaitu risiko kehilangan kesempatan. Dalam uraian di atas, kita telah mempelajari beragam risiko dalam hidup.

cara bijak dalam mengelola risiko

Secara umum, kita tidak mampu menangani semua risiko. Maka, bagaimana cara mengelola risiko dengan bijak, agar kerugian yang ditanggung dari risiko tersebut menjadi seminimal mungkin? Pengelolaan risiko menjadi sesuatu yang perlu kita lakukan. Manajemen risiko saat ini sudah melekat pada setiap aspek kehidupan, namun pengelolaan risiko ini belum sepenuhnya disadari oleh semua pihak.

Justru karena adanya risiko ini, rnaka perusahaan asuransi diperlukan. Perusahaan asuransi berfungsi mengelola risiko pihak lain, dan untuk ini perusahaan asuransi sendiri perlu melakukan dan memahami fungsi risk transfer dan risk sharing. Kontrol risiko adalah menghindari, meminimalisir, menahan, dan memindahkan, seperti yang telah kita pelajari sebelumnya.

Cara Bijak dalam Mengelola Risiko

Cara yang bijak untuk mengelola risiko adalah dengan memindahkan risiko. Kita dapat memindahkan seluruh atau sebagian risiko kepada pihak lain dengan membayar sejumlah premi atau iuran. Dengan manajemen risiko ini, meskipun tidak seluruh risiko dapat ditanggung, seperti perasaan yang dialami, akan tetapi setidaknya Anda masih memperoleh pertanggungan atas risiko finansial. Seperti contoh, dalam asuransi kebakaran, meskipun perasaan kehilangan sulit untuk hilang, tetapi Anda masih bisa memperoleh dana untuk membangun rumah kembali.

Dari pemaparan di atas, jelas bahwa tidak semua risiko dapat ditransfer kepada pihak lain. Hal ini sudah menjadi prinsip fundamental dalam asuransi. Berikut ini, kita akan mengetahui apa saja risiko yang dapat diasuransikan.

Risiko yang dapat diasuransikan syaratnya sebagai berikut :

  1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)
  2. Risiko bersifat definitive
  3. Risiko bersifat statis
  4. Risiko berdampak finansial
  5. Risiko measurable atau quantifiable
  6. Ukuran risiko harus besar (large)

Selain persyaratan sifat atau jenis risiko di atas, ada beberapa persyaratan terkait dengan teknis asuransi dan kelayakan suatu risiko diasuransikan. Kelayakan dalam konteks ini diartikan kelayakan dalam aspek ekonomis. Suatu produk asuransi yang preminya terlalu mahal, tidak bisa dijual dan tidak dapat menarik masyarakat untuk mengikutinya. Harga premi atau besaran iuran yang menghabiskan 30% penghasilan seseorang tentu tidak menarik untuk diikuti.

Tidak semua orang bersikap rasional dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko tersebut di atas. Ada orang yang tidak peduli dengan risiko yang dihadapinya dan dia mengambil atau menerima suatu risiko apa adanya. Orang yang berperilaku demikian disebut pengambil risiko (risk taker). Apabila semua orang bersikap sebagai pengambil risiko, maka usaha asuransi tidak akan pernah ada.

Sebaliknya, jika seseorang bersikap sebagai penghindar risiko (risk averter) maka ia akan berusaha menghindari, mengurangi, atau mentransfer risiko yang mungkin terjadi pada dirinya. Apabila banyak orang bersikap menghindari risiko, maka permintaan terhadap usaha asuransi akan tumbuh.

Yang pasti adalah hidup ini berhubungan terus dengan risiko, sehingga perlu dilakukan pengelolaan risiko, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan diprioritaskan unsur mana yang paling sering terkena risiko.

Demikian informasi mengenai Cara Bijak dalam Mengelola Risiko, kami harap artikel ini membantu kamu. Tolong post ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Sumber: Jurus Pintar Asuransi, Sigma

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.