Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

Topik kita sekarang yaitu Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan. Asuransi memang merupakan siasat terakhir dan termasuk metode cermat dalam mengendalikan Resiko. Tiga metode lainnya, seperti mengatasi, memotong, dan menerima resiko, dianggap kurang cerdas soalnya mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

Tapi, telah dikenal bahwa tidak semua risiko dapat diasuransikan, sebab terdapat ketentuan risiko untuk ditanggung oleh asuransi (insurable risks). Resiko yang terlalu kecil, contohnya sakit pilek atau kehilangan sebuah buku, enggak ditanggung oleh asuransi.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

6 syarat resiko untuk ditanggung asuransi yakni sebagai berikut:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Berdasarkan sifat perkaranya, resiko bisa muncul sebagai satu kebetulan atau accidental dan dapat tampak sebab suatu perilaku spekulasi. Risiko murni ialah risiko yang spontan, enggak dibuat-buat, tidak direncanakan, atau dicari-cari bahkan enggak bisa dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang memiliki resiko rugi, akan tetapi risiko rugi itu dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan sebagainya.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

Resiko rugi karena suatu usaha dagang yakni risiko spekulasi yang enggak ditanggung oleh asuransi. Oleh karenanya, tidak ada asuransi yang menawarkan asuransi kalau suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang timbul akibat suatu sikap kesengajaan, akibat ingin memperoleh santunan asuransi contohnya, tidak ditanggung asuransi. Contoh, seseorang punya asuransi kematian senilai satu milyar rupiah, bisa aja dibunuh oleh ahli warisnya untuk menerima santunan asuransi sebesar Rp 1 M itu.

Kematian yang diakibatkan karena kesengajaan seperti itu enggak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja berupaya bunuh diri dengan meminum racun serangga namun gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, karena resiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh resiko murni ialah penyakit kanker. Sakit kanker, yang membutuhkan perawatan yang lama dan mahal, tak pernah diharapkan oleh si pengidap dan karenanya, penyakit kanker yakni resiko murni yang ditanggung asuransi atau dijamin oleh asuransi.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

2. Resiko bersifat definitive

Bersifat definitif maksudnya resiko bisa ditentukan kejadiannya secara pasti dan jelas, serta dikenal menurut bukti peristiwanya. Resiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Risiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto peristiwa.

3. Resiko bersifat statis

Arti statis yakni peluang peristiwa relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu negara. Hal itu berbeda dengan resiko usaha yang sifatnya dinamis karena amat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu aja, risiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang enggak banyak.

Resiko seseorang terkena kanker atau gagal jantung akan relatif statis, tak dipengaruhi keadaan ekonomi dan politik, tapi dalam jangka panjang risiko serangan jantung dipengaruhi kondisi ekonomi. Bangsa maju, yang relatif kaya dan penduduknya cenderung memakan makanan lezat dengan kandungan tinggi lemak, menunjukkan probabilitas serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan negara miskin.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

4. Resiko berakibat keuangan

Tiap risiko memiliki pengaruh keuangan dan non-finansial. Risiko yang dapat diasuransikan yakni resiko yang punya efek finansial, sebab yang bisa diperhitungkan yaitu kerugian finansial. Transfer risiko dilakukan dengan teknik membayar premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi, yang bakal memberikan penggantian apabila timbul dampak finansial suatu resiko yang telah berlaku.

Suatu kecelakaan diri, misalnya, memiliki efek finansial berbentuk biaya pemeliharaan dan/atau kehilangan peluang untuk menerima imbalan. Selain itu, timbul juga rasa nyeri dan beban kejiwaan kalau kecelakaan tersebut mengakibatkan kematian atau kecacatan, sehingga resiko itu menyebabkan akibat yang besar. Dari semua dampak yang berlaku, hanya risiko keuangan berbentuk biaya perawatan dan kehilangan income akibat kehilangan jiwa atau kecacatan.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

Pengaruh rasa nyeri dan perasaan kehilangan tak bisa diasuransikan sebab ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi untuk mengubah akibat keuangan itu yaitu penggantian ongkos penyembuhan dan pemeliharaan (baik dalam bentuk uang atau pelayanan), maupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan income karena kematian atau kecacatan tersebut.

5. Resiko measurable atau quantifiable

Ketentuan lain adalah besarnya kerugian finansial akibat resiko tersebut bisa diperhitungkan secara akurat. Kalau seorang sakit, mesti bisa diterangkan tempat berlangsungnya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, tempat pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan yang dijalani.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

Contohnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan untuk pemeliharaan Tn. Ahmad adalah Rp 20 juta. Jadi, yang dapat dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya perawatan. Adapun rasa sakit amat sukar diukur, sekalipun sahabat semua mempunyai berbagai instrumen, karena rasa sakit sifatnya amat subjektif.

Besar penggantian biaya pemeliharaan wajib disetujui oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak jaminan. Khusus untuk asuransi jiwa, besar kerugian finansial karena kematian rata-rata ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesukaran mengukur besar kerugian finansial dampak dari suatu kematian.

Jumlah itu ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disepakati oleh pemegang polis. Pengesahan jumlah tertentu ini dinamakan quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan landasan perincian premi yang mesti dibayarkan oleh pemegang polis.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat risiko (severity) emang relatif dan dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Resiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi seyogianya melengkapi syarat ukurannya. Resiko ongkos rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpemasukan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpenghasilan di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi harus secara akurat menilai kategori risiko yang akan diasuransikan. Kecenderungan asuransi kesehatan di dunia yaitu menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif sebab ada kaitan antara risiko dengan dana kecil dan pelayanan yang memerlukan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang berkunjung ke dokter mengandung resiko menjadi fatal bila pengobatan lanjutannya tidak ditanggung, karena ada kemungkinan orang itu enggak meneruskan pelayanannya akibat halangan biaya.

Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif merupakan kombinasi pengurangan risiko (risk reduction) dan transfer resiko. Suatu sistem asuransi yang hanya menjamin risiko yang kecil, contohnya cuma pengobatan di puskesmas seperti yang dulu dipraktekkan dengan sistem dana sehat atau JPKM, enggak memenuhi ketentuan asuransi. Oleh sebab itu, di mana pun di dunia, jenis asuransi mikro seperti itu enggak mempunyai sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Lazimnya, skema seperti itu berusia pendek dan enggak jadi besar.

Demikian informasi terkait dengan Gunanya Anda Mengenal 6 Klasifikasi Risiko yang Dapat Diasuransikan, kami harap postingan ini bermanfaat untuk kawan-kawan. Kami Berharap artikel ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.