Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Pada Kesempatan ini kami akan jelaskan tentang Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang. Asuransi emang adalah kiat terakhir dan termasuk kiat cermat dalam mengendalikan Risiko. Tiga taktik lainnya, seperti menghindari, menyusutkan, dan mengambil resiko, dianggap kurang bijaksana soalnya menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Namun, telah dikenal bahwa gak semua risiko ditanggung asuransi, sebab terdapat kualifikasi resiko untuk dapat diasuransikan (insurable risks). Resiko yang terlalu kecil, seperti terserang pilek atau kehilangan sebuah buku, enggak ditanggung asuransi.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Beberapa syarat risiko buat ditanggung oleh asuransi yakni sebagai berikut:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Menurut sifat perkaranya, resiko dapat terlihat sebagai suatu kebetulan atau accidental dan bisa terlihat akibat satu tindakan spekulatif. Resiko murni adalah risiko yang spontan, tidak dibuat-buat, tidak direncanakan, atau dicari-cari bahkan enggak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang mempunyai resiko rugi, akan tetapi resiko rugi tersebut dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan lain sebagainya.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Resiko rugi karena suatu usaha dagang merupakan resiko spekulasi yang tak ditanggung oleh asuransi. Maka dari itu, tidak ada asuransi yang menawarkan pertanggungan kalau suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang muncul karena suatu perilaku kesengajaan, akibat ingin mendapat santunan asuransi misalnya, tidak ditanggung oleh asuransi. Misal, seseorang mempunyai asuransi kematian senilai Rp 1 M, bisa aja dibunuh oleh ahli warisnya guna memperoleh santunan asuransi sebesar satu milyar rupiah tersebut.

Kematian yang disebabkan karena kesengajaan seperti itu tidak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga namun gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, karena resiko sakitnya bukanlah risiko murni. Contoh resiko murni yakni penyakit kanker. Sakit kanker, yang membutuhkan perawatan yang lama dan mahal, gak pernah dikehendaki oleh si penderita dan akibatnya, penyakit kanker adalah resiko murni yang ditanggung oleh asuransi atau dijamin oleh asuransi.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

2. Resiko bersifat definitive

Bersifat definitif maksudnya risiko bisa ditentukan kejadiannya secara pasti dan jelas, serta dipahami menurut bukti peristiwanya. Resiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Risiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto peristiwa.

3. Risiko bersifat statis

Maksud statis yaitu kemungkinan kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu negara. Hal itu berbeda dengan resiko bisnis yang bersifat dinamis akibat sangat dipengaruhi kestabilan politik dan ekonomi. Tentu aja, risiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang enggak banyak.

Risiko seseorang sakit kanker atau gagal jantung akan relatif statis, enggak dipengaruhi situasi ekonomi dan politik, namun dalam jangka panjang risiko serangan jantung dipengaruhi suasana ekonomi. Negara maju, yang relatif kaya dan warganya cenderung menyantap makanan lezat dengan kandungan tinggi lemak, menampilkan peluang serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa miskin.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

4. Risiko berpengaruh finansial

Tiap risiko punya dampak finansial dan non-finansial. Resiko yang ditanggung oleh asuransi ialah resiko yang mempunyai akibat finansial, sebab yang bisa diperhitungkan adalah kerugian keuangan. Transfer resiko dilaksanakan dengan proses membayar premi atau kontribusi pada perusahaan asuransi, yang bakal memberikan penggantian jika terjadi pengaruh finansial suatu risiko yang telah berlangsung.

Suatu kecelakaan diri, misalnya, memiliki efek finansial berbentuk ongkos perawatan dan/atau kehilangan peluang untuk menerima penghasilan. Di samping itu, timbul juga rasa nyeri dan beban psikologis bila kecelakaan itu menyebabkan kematian atau kecacatan, sehingga resiko itu menyebabkan akibat yang besar. Dari semua pengaruh yang timbul, hanya resiko finansial berupa ongkos perawatan dan kehilangan penerimaan efek dari kehilangan jiwa atau kecacatan.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Pengaruh rasa nyeri dan perasaan kehilangan enggak ditanggung asuransi karena ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang bisa ditawarkan asuransi untuk mengubah pengaruh finansial tersebut adalah penggantian biaya pengobatan dan pemeliharaan (baik dalam bentuk uang atau pelayanan), ataupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan income karena kematian atau kecacatan itu.

5. Risiko measurable atau quantifiable

Ketentuan lain ialah besarnya kerugian finansial karena risiko itu dapat diperhitungkan secara akurat. Bila seorang sakit, wajib dapat diterangkan tempat timbulnya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, tempat pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan biaya yang diperlukan untuk perawatan yang dijalani.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Misalnya, Tn. Ahmad menderita serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan buat pemeliharaan Tn. Ahmad adalah Rp 20 juta. Jadi, yang bisa dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya pemeliharaan. Adapun rasa sakit sangat sukar diukur, sekalipun teman-teman semua punya berbagai macam instrumen, sebab rasa sakit bersifat sangat subjektif.

Besar penggantian ongkos pemeliharaan harus disetujui oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak polis. Khusus buat asuransi jiwa, besar kerugian finansial karena kematian umumnya ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesulitan mengukur besar kerugian keuangan efek dari suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Pemutusan jumlah tertentu ini disebut quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan landasan perincian premi yang mesti dibayarkan oleh pemegang polis.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat resiko (severity) emang relatif dan bisa berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi seyogianya melengkapi ketentuan ukurannya. Risiko biaya rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpenghasilan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berincome di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi kudu secara tepat menilai karakter resiko yang akan diasuransikan. Kecenderungan asuransi kesehatan di dunia yakni menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif karena ada korespondensi antara resiko dengan biaya kecil dan pelayanan yang memerlukan dana mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang berkunjung ke dokter mengandung resiko jadi fatal jika penyembuhan lanjutannya tak ditanggung, karena ada kemungkinan orang tersebut tidak meneruskan pelayanannya akibat halangan dana.

Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara mendalam ialah kombinasi pengurangan resiko (risk reduction) dan transfer resiko. Suatu sistem asuransi yang cuma menanggung risiko yang kecil, misalnya cuma pengobatan di puskesmas seperti yang dahulu dipraktekkan dengan desain dana sehat atau JPKM, tidak memenuhi ketentuan asuransi. Oleh karena itu, di mana pun di dunia, jenis asuransi mikro seperti itu enggak mempunyai sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Umumnya, sistem seperti itu berusia pendek dan tak menjadi besar.

Demikian informasi tentang Karakter Risiko yang Ditanggung Asuransi Berdasarkan Undang-Undang, semoga artikel kali ini membantu kamu. Tolong post ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.