Kiat Merencanakan Program Asuransi dan Dana Pensiun

Pembahasan kita sekarang yakni Kiat Merencanakan Program Asuransi dan Dana Pensiun. Merencanakan. program dana hari tua merupakan salah satu cara terbaik dalam mewujudkan kehidupan yang mapan bagi karyawan dan keluarganya. Pada saat seseorang masih produktif, biasanya dia memiliki tingkat gaya hidup tertentu. Fasilitas yang mendukung pekerjaan, seperti mobil, rumah, hiburan, dan kesehatan, disediakan oleh kantor atau perusahaan. Termasuk juga fasilitas kesehatan untuk istri, anak-anak, bahkan sampai keanggotaan klub. Tetapi pada masa pensiun, fasilitas tersebut tentu sudah tidak ada lagi.

Kiat Merencanakan Program Asuransi dan Dana Pensiun

Memasuki usia pensiun, income tentunya akan berkurang, sementara kebutuhan hidup paling tidak tetap atau meningkat dan risiko yang akan dihadapi bisa saja juga meningkat, misalnya masalah kesehatan. Gaya hidup pun juga terpaksa harus menurun dari yang biasanya. Jika biasanya berakhir pekan ke Bali dengan keluarga, belanja tanpa batas, clubbing, bermain golf, dan lain-lain, maka pada masa pensiun tentu sebagian besar aktivitas tersebut tidak akan dilakukan lagi. Kemampuan fisik pun akan jauh menurun.

Dari hasil penelitian, gaya hidup seseorang ketika masuk usia pensiun menurun sebesar 80%. Survei selama 20 tahun terakhir mengenai keadaan rata-rata orang setelah hampir 40 tahun bekerja, setelah usia 65 tahun, adalah seperti ini:

Kelompok I

  • 54% hidup miskin/tergantung pada orang lain (anak, panti jompo, dan sebagainya)
  • 36% sakit kritis atau meninggal
  • 5% masih bekerja

Kelompok II

  • 4% hidup mandiri
  • 1 % hidup makmur

Menurut Thomas Stanley (Millionaire Next Door), perbedaan antara dua kelompok ini berhubungan dengan gaya hidup dan kegagalan mengatur rencana pensiunnya pada saat mereka masih produktif. 5% merencanakan keuangannya dengan baik, sedangkan 95% gagal melakukannya atau bahkan tidak merencanakannya sama sekali.

Maka dari itulah, perencanaan keuangan untuk masa pensiun menjadi sangat penting. Umumnya cara yang ditempuh untuk mempersiapkan dana hari tua adalah berinvestasi dengan membeli properti, asuransi, saham, reksadana, deposito, tabungan, DPLK, atau Jamsostek (biasanya dari kantor/ perusahaan). Fasilitas dana hari tua yang dipersiapkan kantor pun jumlahnya sangat kecil dibanding kebutuhan dan biaya hidup yang harus ditanggung pada hari tua.

Sayangnya, masih banyak kisah sedih dari para pensiunan, apakah itu pensiunan pegawai negeri atau swasta, di mana pada saat memasuki masa pensiun, dana yang mereka butuhkan tidak mencukupi dan dalam beberapa tahun ke depan sudah akan habis, sementara biaya untuk hidup masih ada, belum kalau juga harus menanggung biaya hidup putera-puteri yang belum mandiri.

Kiat Merencanakan Program Asuransi dan Dana Pensiun

Asuransi atau dana pensiun dimaksudkan untuk memberikan solusi bagi para karyawan agar bisa tenang dalam menghadapi masa pensiun. Lalu, pada usia berapakah seseorang harus mulai merencanakan dana pensiun ini? Ada kiat untuk merencanakan program dana hari tua, yaitu:

  • Tentukan kapan dana hari tua tersebut ingin dimiliki, misalnya di usia 50, 55, atau 60 tahun.
  • Tentukan rencana penghasilan tahunan dalam kurun waktu tertentu yang akan menjadi dana hari tua. Misalnya, bila ingin memiliki dana hari tua di usia 50, dengan penghasilan tahunan yang dapat menutup kebutuhan selama 20 tahun (hingga usia 70), katakanlah penghasilan per tahun Rp 20 juta, maka selama 20 tahun diperlukan dana hari tua sebesar Rp 20 juta x 20 tahun = Rp 400 juta. Jumlah dana hari tua sebesar Rp 400 juta inilah yang akan diterima pada usia 50 tahun, yang bisa diterima sekaligus atau diterima secara tahunan melalui produk anuitas. Sehingga, manfaat yang diterima dari dana pensiun ini, adalah:
  • Untuk pilihan usia pensiun di usia 50 tahun, maka dana hari tua yang akan diterima adalah sebesar 20 x rencana penghasilan tahunan + nilai tunai variabel.
  • Untuk pilihan usia pensiun di usia 55 tahun, maka dana hari tua yang akan diterima adalah sebesar 15 x rencana penghasilan tahunan + nilai tunai variabel.
  • Untuk pilihan usia pensiun di usia 60 tahun, maka dana hari tua yang akan diterima adalah sebesar 10 x rencana penghasilan tahunan + nilai tunai variabel.

Beberapa perusahaan asuransi memiliki produk dana pensiun yang cukup menarik, misalnya dengan memfokuskan pada bagaimana menjamin tersedianya dana hari tua sesuai dengan target keuangan nasabah.

Sekian informasi terkait dengan Kiat Merencanakan Program Asuransi dan Dana Pensiun, kami harap post kali ini berguna buat kawan-kawan. Saya Berharap artikel ini diviralkan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Sumber: Jurus Pintar Asuransi, Sigma

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.