Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Di postingan ini kami akan ulas mengenai Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!. Asuransi emang adalah taktik terakhir dan termasuk strategi arif dalam mengendalikan Risiko. 3 cara lainnya, seperti mencegah, mengurangi, dan mengambil risiko, dianggap kurang cerdas karena membuat kerugian yang lebih besar.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Tetapi, sudah dimengerti bahwa enggak semua resiko ditanggung oleh asuransi, karena ada kualifikasi risiko buat bisa diasuransikan (insurable risks). Resiko yang terlalu kecil, seperti sakit pilek atau kehilangan sebuah buku, enggak ditanggung oleh asuransi.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Enam ketentuan risiko untuk ditanggung asuransi adalah berikut ini:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Menurut sifat perkaranya, risiko bisa muncul sebagai suatu kebetulan atau accidental dan dapat tampak sebab satu tindakan spekulatif. Resiko murni ialah resiko yang spontan, tak dibuat-buat, tak disengaja, atau dicari-cari bahkan enggak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang memiliki risiko rugi, tetapi risiko rugi tersebut dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan masih banyak yang lainnya.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Risiko rugi karena suatu usaha dagang yakni resiko spekulasi yang tidak dapat diasuransikan. Maka dari itu, enggak ada asuransi yang menawarkan penjaminan bila suatu perusahaan merugi. Suatu resiko yang muncul karena suatu perbuatan kesengajaan, akibat ingin menerima santunan asuransi contohnya, enggak ditanggung asuransi. Contoh, seseorang memiliki asuransi kematian senilai Rp 1 M, dapat saja dibunuh oleh ahli warisnya guna menerima jaminan asuransi sebesar satu milyar rupiah itu.

Kematian yang diakibatkan karena kesengajaan seperti itu enggak dapat ditanggung. Seseorang yang sengaja mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga tapi gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, karena risiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh risiko murni ialah penyakit kanker. Sakit kanker, yang membutuhkan perawatan yang lama dan mahal, tak pernah dikehendaki oleh si penderita dan akibatnya, penyakit kanker ialah risiko murni yang dapat diasuransikan atau dijamin oleh asuransi.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

2. Risiko bersifat definitive

Bersifat definitif artinya resiko dapat ditentukan peristiwanya secara pasti dan jelas, serta dikenal menurut bukti kejadiannya. Risiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Risiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto peristiwa.

3. Risiko bersifat statis

Pengertian statis yakni peluang peristiwa relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu bangsa. Hal itu berbeda dengan resiko bisnis yang sifatnya dinamis akibat sangat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu saja, risiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang gak banyak.

Resiko seseorang terserang kanker atau gagal jantung bakal relatif statis, tidak dipengaruhi keadaan ekonomi dan politik, akan tetapi dalam jangka panjang risiko serangan jantung dipengaruhi kondisi ekonomi. Bangsa maju, yang relatif kaya dan orangnya cenderung memakan makanan lezat dengan kandungan tinggi lemak, menunjukkan kemungkinan serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa miskin.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

4. Resiko berdampak keuangan

Setiap risiko memiliki pengaruh keuangan dan non-keuangan. Risiko yang ditanggung oleh asuransi yakni risiko yang mempunyai pengaruh keuangan, karena yang bisa diperhitungkan ialah kerugian keuangan. Transfer risiko dilaksanakan dengan proses membayar premi atau kontribusi pada perusahaan asuransi, yang bakal memberikan penggantian kalau timbul dampak keuangan suatu resiko yang telah berlangsung.

Suatu kecelakaan diri, misalnya, punya efek finansial berupa ongkos pemeliharaan dan/atau kehilangan peluang untuk menerima income. Selain itu, timbul juga rasa nyeri dan beban psikis jika kecelakaan tersebut menimbulkan kematian atau kecacatan, sehingga resiko tersebut mengakibatkan efek yang besar. Dari semua pengaruh yang terjadi, hanya risiko keuangan berbentuk ongkos perawatan dan kehilangan penerimaan dampak dari kehilangan jiwa atau kecacatan.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Efek rasa nyeri dan perasaan kehilangan gak ditanggung oleh asuransi karena ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi untuk mengganti dampak keuangan itu ialah penggantian biaya pengobatan dan pemeliharaan (baik berupa uang atau pelayanan), maupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan penerimaan karena kematian atau kecacatan tersebut.

5. Resiko measurable atau quantifiable

Syarat lain ialah besarnya kerugian keuangan akibat risiko tersebut bisa diperhitungkan secara tepat. Jika seorang sakit, wajib bisa diterangkan tempat terjadinya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, lokasi pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan dana yang diperlukan untuk perawatan yang dilakukan.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Misalnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan buat perawatan Tn. Ahmad ialah Rp 20 juta. Jadi, yang dapat dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah ongkos pemeliharaan. Adapun rasa sakit sangat susah diukur, walaupun engkau memiliki pelbagai instrumen, karena rasa sakit bersifat amat subjektif.

Besar penggantian ongkos perawatan wajib disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak polis. Khusus buat asuransi jiwa, besar kerugian finansial karena kematian kebanyakan ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesukaran mengukur besar kerugian keuangan akibat suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disepakati oleh pemegang polis. Penetapan jumlah tertentu ini dinamakan quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan dasar penghitungan premi yang kudu dibayarkan oleh pemegang polis.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

6. Ukuran resiko harus besar (large)

Derajat resiko (severity) memang relatif dan dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang bisa dijamin oleh perusahaan asuransi hendaknya memenuhi syarat ukurannya. Risiko ongkos rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpemasukan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpenghasilan di atas Rp 50 juta tiap bulan.

Sebuah sistem asuransi kudu secara tepat menilai kategori risiko yang bakal diasuransikan. Kecondongan asuransi kesehatan di dunia adalah menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif sebab ada hubungan antara risiko dengan dana kecil dan pelayanan yang membutuhkan dana mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang datang ke dokter mengandung resiko jadi fatal bila pengobatan lanjutannya tak dijamin, karena ada probabilitas orang tersebut tak meneruskan pelayanannya akibat kendala biaya.

Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif ialah gabungan pengurangan resiko (risk reduction) dan transfer resiko. Suatu sistem asuransi yang cuma menjamin resiko yang kecil, contohnya hanya pengobatan di puskesmas seperti yang dulu dipraktekkan dengan skema dana sehat atau JPKM, gak memenuhi ketentuan asuransi. Oleh sebab itu, di mana pun di dunia, tipe asuransi mikro seperti itu enggak memiliki sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Biasanya, desain seperti itu berusia pendek dan gak menjadi besar.

Sekian info terkait dengan Kita Mesti Mengenal Syarat Risiko yang Dapat Diasuransikan? Kenapa Tidak!, saya harap artikel kali ini berguna untuk Anda. Tolong post ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.