Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Topik kita sekarang yakni Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!. Asuransi memang merupakan kiat terakhir dan termasuk strategi cermat dalam mengelola Risiko. Tiga pendekatan lainnya, seperti menghindari, mengecilkan, dan menerima risiko, dianggap kurang cerdas karena menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Tapi, telah dikenal bahwa gak semua resiko ditanggung asuransi, karena terdapat kualifikasi risiko untuk dapat diasuransikan (insurable risks). Resiko yang terlalu kecil, misalnya menderita pilek atau kehilangan sebuah buku, enggak bisa diasuransikan.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Beberapa syarat resiko untuk dapat diasuransikan yaitu sebagai berikut:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Menurut sifat kejadiannya, resiko dapat terlihat sebagai suatu kebetulan atau accidental dan bisa timbul akibat satu pekerjaan spekulatif. Risiko murni yaitu risiko yang spontan, tak dibuat-buat, tidak direncanakan, atau dicari-cari bahkan gak bisa dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang memiliki risiko rugi, akan tetapi resiko rugi itu dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan masih banyak lagi.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Risiko rugi akibat suatu usaha dagang yakni risiko spekulasi yang tak bisa diasuransikan. Oleh karenanya, gak ada asuransi yang menawarkan asuransi apabila suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang timbul akibat suatu aktivitas kesengajaan, akibat ingin menerima santunan asuransi misalnya, tidak ditanggung oleh asuransi. Contoh, seseorang memiliki asuransi kematian senilai Rp 1 M, bisa saja dibunuh oleh ahli warisnya guna memperoleh manfaat asuransi sebesar Rp 1 Milyar tersebut.

Kematian yang disebabkan karena kesengajaan seperti itu tak dapat ditanggung. Seseorang yang sengaja berupaya bunuh diri dengan meminum racun serangga namun gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, sebab resiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh risiko murni yakni penyakit kanker. Sakit kanker, yang membutuhkan perawatan yang lama dan mahal, tidak pernah diharapkan oleh si pengidap dan karenanya, penyakit kanker yaitu resiko murni yang dapat diasuransikan atau dijamin oleh asuransi.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

2. Resiko bersifat definitive

Bersifat definitif maksudnya resiko bisa ditentukan peristiwanya secara pasti dan jelas, serta dimengerti menurut bukti peristiwanya. Resiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Resiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto peristiwa.

3. Resiko bersifat statis

Arti statis ialah peluang kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perkembangan politik dan ekonomi suatu negara. Hal itu berbeda dengan resiko bisnis yang sifatnya dinamis karena sangat dipengaruhi kestabilan politik dan ekonomi. Tentu saja, risiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang enggak banyak.

Resiko seseorang sakit kanker atau gagal jantung akan relatif statis, tidak dipengaruhi kondisi ekonomi dan politik, tetapi dalam jangka panjang resiko serangan jantung dipengaruhi kondisi ekonomi. Negara maju, yang relatif kaya dan orangnya cenderung memakan makanan enak dengan kandungan tinggi lemak, memperlihatkan peluang serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan negara miskin.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

4. Risiko berakibat keuangan

Setiap risiko punya efek keuangan dan non-finansial. Risiko yang dapat diasuransikan yakni risiko yang mempunyai efek keuangan, karena yang dapat diperhitungkan adalah kerugian finansial. Transfer risiko dibuat dengan cara membayar premi atau kontribusi pada perusahaan asuransi, yang bakal memberikan penggantian jika timbul efek keuangan suatu risiko yang telah berlaku.

Suatu kecelakaan diri, contohnya, punya dampak finansial berupa biaya perawatan dan/atau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penerimaan. Selain itu, timbul pula rasa nyeri dan beban mental jika kecelakaan tersebut mengakibatkan kematian atau kecacatan, sehingga resiko tersebut menimbulkan efek yang besar. Dari semua akibat yang terjadi, hanya risiko finansial berupa biaya pemeliharaan dan kehilangan income akibat kehilangan jiwa atau kecacatan.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Efek rasa nyeri dan perasaan kehilangan tak ditanggung oleh asuransi sebab ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang bisa ditawarkan asuransi buat mengubah akibat finansial tersebut yaitu penggantian ongkos penyembuhan dan pemeliharaan (baik berupa uang atau pelayanan), maupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan imbalan akibat kematian atau kecacatan tersebut.

5. Risiko measurable atau quantifiable

Ketentuan lain yaitu besarnya kerugian finansial akibat risiko itu bisa diperhitungkan secara akurat. Kalau seorang sakit, mesti dapat diterangkan tempat berlangsungnya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, tempat pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan dana yang diperlukan buat perawatan yang dilakukan.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Misalnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Biaya yang diperlukan buat pemeliharaan Tn. Ahmad ialah Rp 20 juta. Jadi, yang dapat dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah ongkos perawatan. Adapun rasa sakit amat sulit diukur, biarpun kalian mempunyai beragam instrumen, karena rasa sakit bersifat amat subjektif.

Besar penggantian ongkos perawatan harus disetujui oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak pertanggungan. Khusus untuk asuransi jiwa, besar kerugian keuangan karena kematian umumnya ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesulitan mengukur besar kerugian finansial efek dari suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Penentuan jumlah tertentu ini disebut quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan dasar perincian premi yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat risiko (severity) memang relatif dan dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang dapat dijamin oleh perusahaan asuransi sebaiknya memenuhi syarat ukurannya. Risiko ongkos rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpemasukan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpendapatan di atas Rp 50 juta tiap bulan.

Sebuah sistem asuransi wajib secara cermat menilai golongan resiko yang akan diasuransikan. Kecondongan asuransi kesehatan di dunia ialah menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif karena ada korelasi antara resiko dengan dana kecil dan pelayanan yang memerlukan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang datang ke dokter mengandung risiko menjadi fatal jika pengobatan lanjutannya tak ditanggung, karena ada peluang orang tersebut tidak meneruskan pelayanannya sebab kendala biaya.

Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara menyeluruh yakni kombinasi penurunan risiko (risk reduction) dan transfer risiko. Suatu desain asuransi yang cuma menanggung risiko yang kecil, misalnya hanya pengobatan di puskesmas seperti yang dulu dipraktekkan dengan sistem dana sehat atau JPKM, enggak memenuhi ketentuan asuransi. Oleh karena itu, di manapun di dunia, jenis asuransi mikro seperti itu tidak memiliki sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Kebanyakan, desain semacam itu berusia pendek dan enggak menjadi besar.

Sekian info berkaitan dengan Kita Wajib Mengenal Beberapa Tipe Resiko yang Bisa Diasuransikan? Why Not!, saya harap post kali ini membantu temen-temen. Kami Berharap postingan ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.