Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Pada Kesempatan ini kami akan ulas mengenai Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi. Asuransi memang adalah trik terakhir dan termasuk cara arif dalam mengendalikan Risiko. 3 strategi lainnya, seperti mengatasi, menyusutkan, dan mengambil resiko, dianggap kurang arif soalnya menimbulkan kehilangan yang lebih besar.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Tetapi, telah dipahami bahwa tak semua risiko dapat diasuransikan, sebab terdapat ketentuan risiko untuk ditanggung asuransi (insurable risks). Resiko yang terlalu kecil, seperti menderita pilek atau kehilangan sebuah buku, gak ditanggung asuransi.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Enam tipe risiko yang ditanggung asuransi yakni sebagai berikut:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Berdasarkan sifat perkaranya, risiko bisa muncul sebagai satu kebetulan atau accidental dan bisa tampak sebab suatu pekerjaan spekulatif. Resiko murni yaitu risiko yang spontan, gak dibuat-buat, enggak direncanakan, atau dicari-cari bahkan enggak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang mempunyai resiko rugi, tetapi resiko rugi itu dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan masih banyak lagi.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Resiko rugi akibat suatu usaha dagang yaitu risiko spekulasi yang tak ditanggung asuransi. Oleh karenanya, gak ada asuransi yang menawarkan penjaminan bila suatu perusahaan merugi. Suatu resiko yang timbul akibat suatu tindakan kesengajaan, akibat ingin mendapat santunan asuransi contohnya, tidak ditanggung asuransi. Contoh, seseorang punya asuransi kematian sebesar Rp 1 Milyar, bisa saja dibunuh oleh ahli warisnya buat mendapat manfaat asuransi sebesar satu milyar rupiah itu.

Kematian yang diakibatkan karena kesengajaan seperti itu tidak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja berusaha bunuh diri dengan meminum racun serangga akan tetapi gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, karena resiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh resiko murni adalah penyakit kanker. Sakit kanker, yang memerlukan perawatan yang lama dan mahal, gak pernah diharapkan oleh si pengidap dan akibatnya, penyakit kanker merupakan resiko murni yang ditanggung oleh asuransi atau dijamin oleh asuransi.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

2. Risiko bersifat definitive

Bersifat definitif artinya resiko dapat ditentukan kejadiannya secara pasti dan jelas, serta dimengerti menurut bukti peristiwanya. Resiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Resiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Resiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto kejadian.

3. Risiko bersifat statis

Definisi statis ialah kemungkinan kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perkembangan politik dan ekonomi suatu bangsa. Hal tersebut berbeda dengan resiko bisnis yang bersifat dinamis karena amat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu aja, resiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang tak banyak.

Risiko seseorang menderita kanker atau gagal jantung bakal relatif statis, gak dipengaruhi suasana ekonomi dan politik, tetapi dalam jangka panjang resiko serangan jantung dipengaruhi suasana ekonomi. Bangsa maju, yang relatif kaya dan warganya cenderung mengonsumsi makanan enak dengan kandungan tinggi lemak, menampilkan kemungkinan serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa miskin.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

4. Resiko berpengaruh finansial

Tiap risiko punya akibat keuangan dan non-keuangan. Resiko yang ditanggung oleh asuransi ialah resiko yang mempunyai dampak finansial, karena yang bisa diperhitungkan yakni kerugian keuangan. Transfer resiko dibuat dengan cara membayar premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi, yang akan memberikan penggantian apabila terjadi dampak keuangan suatu risiko yang telah berlaku.

Suatu kecelakaan diri, misalnya, mempunyai pengaruh keuangan berupa ongkos pemeliharaan dan/atau kehilangan peluang untuk mendapat penghasilan. Selain itu, timbul juga rasa nyeri dan beban mental jika kecelakaan tersebut membuat kematian atau kecacatan, sehingga risiko tersebut membuat efek yang besar. Dari semua efek yang timbul, hanya risiko finansial berbentuk ongkos perawatan dan kehilangan pendapatan karena kehilangan jiwa atau kecacatan.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Akibat rasa nyeri dan perasaan kehilangan gak ditanggung asuransi sebab ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi untuk mengganti akibat finansial tersebut yaitu penggantian biaya penyembuhan dan pemeliharaan (baik berupa uang atau pelayanan), maupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan imbalan pengaruh dari kematian atau kecacatan itu.

5. Resiko measurable atau quantifiable

Syarat lain adalah besarnya kerugian finansial pengaruh dari risiko tersebut dapat diperhitungkan secara akurat. Bila seorang sakit, mesti bisa diterangkan tempat berlangsungnya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, lokasi pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan dana yang dibutuhkan untuk perawatan yang dilakukan.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Misalnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan Tn. Ahmad yakni Rp 20 juta. Jadi, yang bisa dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya pemeliharaan. Adapun rasa sakit sangat sukar diukur, kendatipun kamu memiliki bermacam-macam instrumen, sebab rasa sakit bersifat amat subjektif.

Besar penggantian biaya perawatan wajib disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak jaminan. Khusus buat asuransi jiwa, besar kerugian finansial akibat kematian kebanyakan ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesukaran mengukur besar kerugian keuangan akibat suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disepakati oleh pemegang polis. Penetapan jumlah tertentu ini disebut quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan landasan penghitungan premi yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat risiko (severity) memang relatif dan dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang dapat dijamin oleh perusahaan asuransi seharusnya memenuhi ketentuan ukurannya. Risiko ongkos rawat inap sebesar Rp 5 juta dapat dinilai besar oleh orang yang berpenghasilan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpenghasilan di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi wajib secara cermat menilai karakter risiko yang bakal diasuransikan. Kecenderungan asuransi kesehatan di dunia yaitu menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif sebab ada kaitan antara resiko dengan biaya kecil dan pelayanan yang memerlukan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang berkunjung ke dokter mengandung risiko jadi fatal kalau penyembuhan lanjutannya gak ditanggung, karena ada probabilitas orang tersebut tidak meneruskan pelayanannya karena hambatan biaya.

Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara mendalam yaitu gabungan pengurangan resiko (risk reduction) dan transfer resiko. Suatu sistem asuransi yang hanya menjamin resiko yang kecil, contohnya hanya pengobatan di puskesmas seperti yang dahulu dipraktikkan dengan sistem dana sehat atau JPKM, enggak memenuhi syarat asuransi. Oleh karena itu, di mana pun di dunia, bentuk asuransi mikro seperti itu gak memiliki sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Lazimnya, skema semacam itu berusia pendek dan enggak jadi besar.

Sekian informasi berkaitan dengan Pentingnya Kalian Memahami Klasifikasi Risiko yang Ditanggung oleh Asuransi, semoga post ini membantu temen-temen. Mohon post ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.