Tiga Fase yang Dialami dalam Hidup Kita

Sekarang saya akan bahas tentang Tiga Fase yang Dialami dalam Hidup Kita. Sebagaimana yang kita tahu, setiap orang pasti mengalami tiga fase dalam hidupnya, yaitu lahir – sakit – meninggal. Kelahiran manusia baru selalu dirayakan dengan sukacita dalam keluarga. Seiring waktu berjalan, sakit selalu menghampiri manusia. Hampir tidak ada manusia yang bisa bebas dari sakit di sepanjang hidupnya.

Tiga Fase yang Dialami dalam Hidup Kita

Tiga Fase yang Dialami dalam Hidup Kita

Umumnya, pada saat seseorang memasuki masa tua, karena kondisi fisik yang terus menurun, orang akan mengalami sakit dahulu sebelurn meninggal. Orang akan merasa bersyukur bila meninggal di usia lanjut karena ia telah menunaikan semua tugasnya dengan baik. Anak-anaknya sudah berhasil dan ia telah memberikan warisan yang cukup.

Tetapi bagaimana jika kita meninggal pada umur yang masih produktif? Bisa saja seseorang yang pada pagi hari masih sibuk beraktivitas, tiba-tiba saja dikabarkan sudah meninggal pada malam harinya. Apalagi kita tahu, dewasa ini semakin banyak saja orang yang meninggal pada usia muda. Entah karena sakit atau hal-hal lain.

Bagi sebagian orang, mungkin kematian tidaklah terlalu menakutkan. Tetapi, tahukah Anda bahwa seringkali kematian tersebut berdampak sangat besar terhadap keluarga yang ditinggalkan? Apalagi jika yang meninggal adalah seseorang yang berstatus sebagai suami sekaligus ayah, di mana keluarganya (istri dan anak-anaknya) bergantung hidup secara ekonomi kepada dirinya.

Bisa dibayangkan, bagaimana kelamnya kehidupan selanjutnya dari keluarga yang ditinggal oleh pencari nafkah untuk selama-lamanya tersebut. Sang istri harus menghidupi anak-anak sendiri: pusing memikirkan bagaimana membayar uang sekolah anak-anak, bagaimana melanjutkan cicilan rumah, dan seterusnya.

40 persen karyawan berisiko meninggal muda

Sebuah riset di University College London terhadap 7.524 karyawan laki laki dan perempuan, menemukan bahwa karyawan yang mengeluhkan perasaan sangat bosan (seperti tidak tahu apa yang bisa dilakukan, kehilangan tujuan hidup, kehilangan minat terhadap pekerjaan dan orang-orang di sekitar kita, dan lain-lain) memiliki risiko lebih tinggi hampir 40 persen untuk meninggal dalam usia muda daripada karyawan yang yang tidak mengeluhkan perasaan sangat bosan di lingkungan kerja bahkan cenderung menikmati hidup mereka.

Penyebab tingginya risiko meninggal dalam usia muda akibat mengeluhkan perasaan sangat bosan dalam riset tersebut, adalah:

  • Mereka yang merasa hidupnya sangat membosankan, membuat tingginya risiko terkena serangan jantung dan stroke.
  • Mereka yang merasa hidupnya sangat mem• bosankan akan cenderung melampiaskannya dalam kebiasaan hidup yang buruk seperti minum minuman keras, merokok, dan lain-lain.

Perhatikan ilustrasi berikut ini.

Tn. A memiliki penghasilan Rp 5 juta sebulan. Saat ini ia mulai mengatur keuangan dan menyisihkan Rp 1 juta per bulan untuk tabungan masa depan di sebuah bank. Tn. A berencana menyisihkan uangnya selama 10 tahun sehingga uang yang bisa terkumpul tersebut akan sangat banyak, apalagi jika ditambah bunga atau bagi hasil jika menggunakan sistem syariah.

Tetapi, kenyataan berkata lain. Di tahun ketiga, Tn. A jatuh sakit, cukup berat sehingga harus menjalani operasi dan rawat inap. Sakit juga mengharuskannya istirahat bekerja dalam waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah ini, Tn. A langsung mengambil seluruh tabungannya, bahkan sampai berhutang pada saudara dan menjual beberapa aset untuk menutup biaya pengobatan.

Sekian informasi mengenai Tiga Fase yang Dialami dalam Hidup Kita, kami harap artikel ini mencerahkan kalian. Tolong post ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Sumber: Jurus Pintar Asuransi, Sigma

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.