Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Pembahasan kita kali ini yakni Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!. Asuransi memang adalah kiat terakhir dan termasuk kiat cermat dalam mengelola Resiko. Tiga trik lainnya, seperti menghindari, mengurangi, dan menangkap resiko, dianggap kurang bijak karena menyebabkan kehilangan yang lebih besar.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Tapi, sudah dipahami bahwa tidak semua risiko ditanggung asuransi, sebab ada persyaratan resiko buat ditanggung asuransi (insurable risks). Risiko yang terlalu kecil, misalnya menderita pilek atau kehilangan sebuah buku, tidak bisa diasuransikan.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Beberapa kelompok resiko yang bisa diasuransikan yaitu berikut ini:

1. Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Berdasarkan sifat kejadiannya, risiko bisa timbul sebagai satu kebetulan atau accidental dan bisa muncul karena satu aktivitas spekulasi. Risiko murni adalah risiko yang spontan, tak dibuat-buat, tak direncanakan, atau dicari-cari bahkan tidak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berdagang memiliki risiko rugi, namun risiko rugi itu bisa dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan masih banyak yang lainnya.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Resiko rugi akibat suatu usaha dagang merupakan risiko spekulasi yang enggak dapat diasuransikan. Oleh karenanya, enggak ada asuransi yang menawarkan asuransi kalau suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang muncul akibat suatu perbuatan kesengajaan, akibat mau menerima santunan asuransi misalnya, enggak ditanggung asuransi. Misal, seseorang memiliki asuransi kematian sebesar Rp 1 Milyar, dapat saja dibunuh oleh ahli warisnya buat memperoleh manfaat asuransi sebesar satu milyar rupiah tersebut.

Kematian yang disebabkan karena kesengajaan seperti itu tidak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja berusaha bunuh diri dengan meminum racun serangga tetapi gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, sebab risiko sakitnya bukanlah risiko murni. Contoh risiko murni yakni penyakit kanker. Sakit kanker, yang memerlukan perawatan yang lama dan mahal, gak pernah dikehendaki oleh si pengidap dan karenanya, penyakit kanker yaitu resiko murni yang bisa diasuransikan atau dijamin oleh asuransi.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

2. Risiko bersifat definitive

Bersifat definitif maksudnya resiko dapat ditentukan kejadiannya secara pasti dan jelas, serta dikenal berdasarkan bukti peristiwanya. Risiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Resiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Resiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto kejadian.

3. Resiko bersifat statis

Pengertian statis yakni kemungkinan kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perkembangan politik dan ekonomi suatu negara. Hal itu berbeda dengan risiko usaha yang sifatnya dinamis akibat sangat dipengaruhi kestabilan politik dan ekonomi. Tentu aja, resiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang tidak banyak.

Risiko seseorang terserang kanker atau gagal jantung akan relatif statis, gak dipengaruhi keadaan ekonomi dan politik, akan tetapi dalam jangka panjang resiko serangan jantung dipengaruhi iklim ekonomi. Negara maju, yang relatif kaya dan warganya cenderung memakan makanan enak dengan kandungan tinggi lemak, menunjukkan peluang serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan negara miskin.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

4. Resiko berakibat finansial

Setiap risiko mempunyai akibat finansial dan non-keuangan. Risiko yang ditanggung asuransi yakni resiko yang mempunyai akibat keuangan, sebab yang dapat diperhitungkan yakni kerugian finansial. Transfer risiko dilaksanakan dengan jalan membayar premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi, yang bakal memberikan penggantian apabila terjadi dampak keuangan suatu risiko yang telah berlangsung.

Suatu kecelakaan diri, contohnya, mempunyai akibat keuangan berupa biaya pemeliharaan dan/atau kehilangan peluang buat menerima pemasukan. Di samping itu, muncul pula rasa nyeri dan beban kejiwaan jika kecelakaan tersebut menimbulkan kematian atau kecacatan, sehingga risiko tersebut mengakibatkan dampak yang besar. Dari semua akibat yang berlaku, cuma risiko keuangan berbentuk ongkos perawatan dan kehilangan income efek dari kehilangan jiwa atau kecacatan.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Pengaruh rasa nyeri dan perasaan kehilangan enggak ditanggung asuransi karena ukurannya amat subjektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi untuk mengganti pengaruh finansial tersebut adalah penggantian ongkos penyembuhan dan perawatan (baik dalam bentuk uang atau pelayanan), ataupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan penerimaan akibat kematian atau kecacatan itu.

5. Risiko measurable atau quantifiable

Syarat lain ialah besarnya kerugian keuangan karena resiko tersebut bisa diperhitungkan secara akurat. Kalau seorang sakit, harus dapat diterangkan lokasi timbulnya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, lokasi pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan dana yang dibutuhkan buat pemeliharaan yang dilakukan.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Misalnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan buat pemeliharaan Tn. Ahmad ialah Rp 20 juta. Jadi, yang dapat dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah ongkos pemeliharaan. Adapun rasa sakit amat sulit diukur, walaupun kawan-kawan semua memiliki beraneka ragam instrumen, sebab rasa sakit sifatnya amat subjektif.

Besar penggantian ongkos pemeliharaan wajib disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak jaminan. Khusus untuk asuransi jiwa, besar kerugian finansial akibat kematian kebanyakan ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesulitan mengukur besar kerugian finansial akibat suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Pengesahan jumlah tertentu ini disebut quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan dasar nilai premi yang mesti dibayarkan oleh pemegang polis.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat risiko (severity) memang relatif dan bisa berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi sepatutnya melengkapi ketentuan ukurannya. Risiko biaya rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpendapatan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpendapatan di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi mesti secara cermat menilai jenis risiko yang bakal diasuransikan. Kecenderungan asuransi kesehatan di dunia adalah menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif sebab ada kaitan antara resiko dengan biaya kecil dan pelayanan yang membutuhkan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang berkunjung ke dokter mengandung resiko jadi fatal kalau penyembuhan lanjutannya tak ditanggung, sebab ada kemungkinan orang itu tidak melanjutkan pelayanannya sebab kendala biaya.

Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara menyeluruh yaitu kombinasi penurunan risiko (risk reduction) dan transfer risiko. Suatu sistem asuransi yang cuma menanggung resiko yang kecil, contohnya hanya pengobatan di puskesmas seperti yang dulu dipraktikkan dengan desain dana sehat atau JPKM, tak memenuhi ketentuan asuransi. Oleh sebab itu, di manapun di dunia, model asuransi mikro seperti itu gak mempunyai sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Umumnya, desain seperti itu berusia pendek dan gak menjadi besar.

Sekian info tentang Berikut Ini Klasifikasi Resiko yang Ditanggung oleh Asuransi yang Perlu Anda Tahu!, semoga postingan ini mencerahkan kamu. Tolong post ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.