Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

Kali ini kami akan bahas tentang Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!. Asuransi emang merupakan cara terakhir dan termasuk siasat cerdas dalam mengelola Risiko. Tiga kiat lainnya, seperti menghindari, menyusutkan, dan mengambil resiko, dianggap kurang cerdas karena membuat kerugian yang lebih besar.

Berikut  Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

Tetapi, sudah dikenal bahwa tak semua risiko ditanggung asuransi, karena ada ketentuan risiko buat bisa diasuransikan (insurable risks). Risiko yang terlalu kecil, misalnya menderita pilek atau kehilangan sebuah buku, tidak ditanggung asuransi.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

6 karakter resiko yang ditanggung oleh asuransi adalah berikut ini:

1. Resiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Menurut sifat kejadiannya, risiko bisa timbul sebagai satu kebetulan atau accidental dan dapat timbul akibat suatu pekerjaan spekulatif. Resiko murni ialah resiko yang spontan, tidak dibuat-buat, enggak direncanakan, atau dicari-cari bahkan gak bisa dihindari dalam jangka pendek. Orang berbisnis memiliki resiko rugi, tapi resiko rugi tersebut dapat dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan sebagainya.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

Risiko rugi akibat suatu usaha dagang yakni resiko spekulatif yang enggak ditanggung oleh asuransi. Oleh karena itu, enggak ada asuransi yang menawarkan pertanggungan kalau suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang timbul karena suatu aktivitas kesengajaan, akibat mau mendapat santunan asuransi misalnya, tidak bisa diasuransikan. Contoh, seseorang punya asuransi kematian senilai satu milyar rupiah, dapat saja dibunuh oleh ahli warisnya buat memperoleh manfaat asuransi sebesar satu milyar rupiah tersebut.

Kematian yang diakibatkan karena kesengajaan seperti itu tidak dapat ditanggung. Seseorang yang sengaja berusaha bunuh diri dengan meminum racun serangga tetapi gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tak berhak atas jaminan perawatan, karena risiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh resiko murni adalah penyakit kanker. Sakit kanker, yang membutuhkan perawatan yang lama dan mahal, enggak pernah diharapkan oleh si pengidap dan karenanya, penyakit kanker ialah risiko murni yang ditanggung oleh asuransi atau dijamin oleh asuransi.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

2. Resiko bersifat definitive

Bersifat definitif maknanya risiko dapat ditentukan peristiwanya secara pasti dan jelas, serta dimengerti menurut bukti peristiwanya. Resiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Resiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto kejadian.

3. Risiko bersifat statis

Arti statis yakni peluang kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perkembangan politik dan ekonomi suatu negara. Hal itu berbeda dengan resiko bisnis yang sifatnya dinamis karena sangat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu saja, risiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang enggak banyak.

Resiko seseorang menderita kanker atau gagal jantung bakal relatif statis, gak dipengaruhi iklim ekonomi dan politik, tapi dalam jangka panjang resiko serangan jantung dipengaruhi keadaan ekonomi. Bangsa maju, yang relatif kaya dan rakyatnya cenderung mengonsumsi makanan enak dengan kandungan tinggi lemak, menampilkan peluang serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan negara miskin.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

4. Resiko berakibat finansial

Tiap resiko memiliki efek keuangan dan non-finansial. Risiko yang ditanggung oleh asuransi ialah resiko yang memiliki pengaruh finansial, sebab yang bisa diperhitungkan adalah kerugian keuangan. Transfer risiko dilakukan dengan sistem membayar premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi, yang akan memberikan penggantian kalau timbul pengaruh finansial suatu resiko yang telah berlangsung.

Suatu kecelakaan diri, misalnya, memiliki pengaruh finansial berbentuk biaya pemeliharaan dan/atau kehilangan peluang buat mendapat income. Di samping itu, muncul pula rasa nyeri dan beban mental apabila kecelakaan tersebut menyebabkan kematian atau kecacatan, sehingga resiko tersebut menimbulkan dampak yang besar. Dari semua efek yang berlangsung, cuma risiko finansial berbentuk ongkos pemeliharaan dan kehilangan income akibat kehilangan jiwa atau kecacatan.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

Efek rasa nyeri dan perasaan kehilangan enggak ditanggung asuransi karena ukurannya amat subjektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi buat mengubah efek finansial tersebut adalah penggantian biaya penyembuhan dan pemeliharaan (baik dalam bentuk uang atau pelayanan), ataupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan income efek dari kematian atau kecacatan tersebut.

5. Risiko measurable atau quantifiable

Ketentuan lain yaitu besarnya kerugian finansial dampak dari risiko tersebut bisa diperhitungkan secara tepat. Jika seorang sakit, kudu bisa diterangkan tempat berlangsungnya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, tempat pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan biaya yang diperlukan untuk perawatan yang dijalani.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

Contohnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan buat perawatan Tn. Ahmad yaitu Rp 20 juta. Jadi, yang dapat dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya perawatan. Adapun rasa sakit amat sulit diukur, biarpun kamu punya beragam instrumen, karena rasa sakit bersifat amat subjektif.

Besar penggantian biaya pemeliharaan mesti disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak polis. Khusus untuk asuransi jiwa, besar kerugian keuangan pengaruh dari kematian kebanyakan ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesulitan mengukur besar kerugian keuangan akibat suatu kematian.

Jumlah tersebut ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Penentuan jumlah tertentu ini dinamakan quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan dasar nilai premi yang mesti dibayarkan oleh pemegang polis.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

6. Ukuran risiko harus besar (large)

Derajat resiko (severity) emang relatif dan bisa berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang dapat dijamin oleh perusahaan asuransi sepatutnya melengkapi ketentuan ukurannya. Resiko ongkos rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpendapatan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpenghasilan di atas Rp 50 juta per bulan.

Sebuah sistem asuransi wajib secara akurat menilai kategori resiko yang bakal diasuransikan. Kecondongan asuransi kesehatan di dunia yaitu menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif karena ada korespondensi antara resiko dengan dana kecil dan pelayanan yang memerlukan dana mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang berkunjung ke dokter mengandung risiko menjadi fatal bila penyembuhan lanjutannya gak ditanggung, karena ada kemungkinan orang itu gak meneruskan pelayanannya sebab halangan dana.

Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara menyeluruh yaitu gabungan penyusutan resiko (risk reduction) dan transfer risiko. Suatu desain asuransi yang hanya menanggung resiko yang kecil, contohnya cuma pengobatan di puskesmas seperti yang dulu dipraktekkan dengan desain dana sehat atau JPKM, gak memenuhi ketentuan asuransi. Maka dari itu, di manapun di dunia, bentuk asuransi mikro seperti itu tidak punya sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Biasanya, skema semacam itu berusia pendek dan tak jadi besar.

Sekian informasi tentang Berikut Jenis-Jenis Resiko yang Bisa Diasuransikan yang Kudu Diketahui!, saya harap postingan kali ini membantu kalian. Kami Berharap postingan ini dishare biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.