Definisi Asuransi Menurut Para Ahli dan Undang-Undang

Topik kita kali ini yakni Definisi Asuransi Menurut Para Ahli dan Undang-Undang. Jika kita mencermati, ada beragam pandangan mengenai definisi asuransi. Ini terjadi karena asuransi sendiri dapat dipandang dari beberapa sudut. Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, yang sepertinya tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan lainnya. Hal ini bisa dimaklumi, karena definisi tersebut disesuaikarr dengan sudut pandang yang digunakan dalam memandang asuransi.

Definisi Asuransi Menurut Para Ahli dan Undang-Undang

Asuransi, atau yang dalam bahasa Belanda disebut “verzekering”, berarti pertanggungan. Ada dua pihak yang terlibat dalam asuransi, yaitu satu pihak yang sanggup menanggung atau menjamin bahwa pihak yang lainnya akan mendapat penggantian suatu kerugian, yang mungkin akan ia derita sebagai akibat dari suatu peristiwa yang semula belum tentu akan terjadi atau semula belum dapat ditentukan saat akan terjadinya.

Definisi Asuransi Menurut Para Ahli dan Undang-Undang

Sementara, definisi otentik tentang asuransi yang saat ini berlaku adalah yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian Bab 1 Pasal 1, yang berbunyi sebagai berikut:

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seorang yang dipertanggungkan.

Definisi di atas akan lebih mudah dipahami bila dibandingkan dengan pengertian tentang asuransi yang tercantum pada Pasal 246 K.U.H. Dagang, yang berbunyi sebagai berikut:

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.

Selain definisi menurut undang-undang, ada beberapa pengertian lagi menurut para pakar, seperti berikut ini:

Definisi asuransi menurut Prof. Mehr dan Cammack:

Asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi risiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung.

Definisi asuransi menurut Prof. Mark R. Green:

Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko, dengan jalan mengombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah objek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu.

  1. Arthur William Jr. dan Richard M. Heins mendefinisikan asuransi berdasarkan dua sudut pandang, yaitu:
  2. Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung.
  3. Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial.

Pengertian asuransi yang lain adalah merupakan suatu pelimpahan risiko dari pihak pertama kepada pihak lain. Pelimpahan tersebut dikuasai oleh aturan-aturan hukum dan di dalamnya diberlakukan prinsip-prinsip serta ajaran yang secara universal dianut oleh pihak pertama maupun pihak lain.

Dari segi ekonomi, asuransi berarti suatu pengumpulan dana yang dapat dipakai untuk menutup atau memberi ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil satu pengertian yang mencakup semua sudut pandang di atas, yaitu:

Asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan eara menggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang. diramalkan terjadi, akan dibagi secara proporsional oleh semua pihak dalam gabungan itu.

Sekian informasi mengenai Definisi Asuransi Menurut Para Ahli dan Undang-Undang, semoga postingan kali ini berguna untuk kawan-kawan. Kami Berharap postingan ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Sumber: Jurus Pintar Asuransi, Sigma

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.