Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

Di artikel ini kami akan jelaskan mengenai Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!. Asuransi memang merupakan pendekatan terakhir dan termasuk taktik cerdas dalam mengendalikan Resiko. 3 metode lainnya, seperti menolak, memotong, dan mengambil resiko, dianggap kurang bijak karena mengakibatkan kehilangan yang lebih besar.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

Tapi, sudah dikenal bahwa enggak semua risiko ditanggung asuransi, karena terdapat ketentuan resiko buat bisa diasuransikan (insurable risks). Risiko yang terlalu kecil, seperti sakit pilek atau kehilangan sebuah buku, enggak bisa diasuransikan.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

6 karakter resiko yang ditanggung oleh asuransi ialah berikut ini:

1. Resiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

Menurut sifat kejadiannya, resiko bisa tampak sebagai suatu kebetulan atau accidental dan dapat timbul karena suatu perilaku spekulasi. Resiko murni ialah risiko yang spontan, tak dibuat-buat, tak disengaja, atau dicari-cari bahkan enggak dapat dihindari dalam jangka pendek. Orang berbisnis mempunyai risiko rugi, tapi risiko rugi tersebut bisa dihindari dengan manajemen yang baik, belanja dengan hati-hati, dan sebagainya.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

Risiko rugi akibat suatu usaha dagang yaitu resiko spekulatif yang tak ditanggung oleh asuransi. Oleh karena itu, gak ada asuransi yang menawarkan asuransi bila suatu perusahaan merugi. Suatu risiko yang timbul karena suatu aktivitas kesengajaan, karena mau memperoleh santunan asuransi misalnya, gak dapat diasuransikan. Contoh, seseorang punya asuransi kematian senilai Rp 1 Milyar, dapat aja dibunuh oleh ahli warisnya buat mendapat jaminan asuransi sebesar Rp 1 M itu.

Kematian yang disebabkan karena kesengajaan seperti itu tak bisa ditanggung. Seseorang yang sengaja mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga namun gagal dan akhirnya dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, sebab resiko sakitnya bukanlah resiko murni. Contoh resiko murni yakni penyakit kanker. Sakit kanker, yang memerlukan perawatan yang lama dan mahal, tidak pernah diharapkan oleh si pengidap dan akibatnya, penyakit kanker adalah resiko murni yang ditanggung asuransi atau dijamin oleh asuransi.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

2. Risiko bersifat definitive

Bersifat definitif maknanya resiko bisa ditentukan peristiwanya secara pasti dan jelas, serta dimengerti berdasarkan bukti kejadiannya. Risiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Resiko kecelakaan lalu lintas dibuktikan dengan surat keterangan polisi. Risiko kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti-bukti lain seperti foto peristiwa.

3. Risiko bersifat statis

Maksud statis yakni kemungkinan peristiwa relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu negara. Hal itu berbeda dengan resiko bisnis yang sifatnya dinamis akibat sangat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Tentu aja, resiko yang benar-benar statis dalam jangka panjang tidak banyak.

Risiko seseorang terserang kanker atau gagal jantung akan relatif statis, tak dipengaruhi kondisi ekonomi dan politik, namun dalam jangka panjang risiko serangan jantung dipengaruhi iklim ekonomi. Bangsa maju, yang relatif kaya dan rakyatnya cenderung mengonsumsi makanan enak dengan kandungan tinggi lemak, menampilkan kemungkinan serangan jantung lebih tinggi dibandingkan dengan negara miskin.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

4. Risiko berpengaruh finansial

Tiap risiko memiliki dampak finansial dan non-finansial. Risiko yang ditanggung asuransi yaitu resiko yang mempunyai akibat finansial, karena yang dapat diperhitungkan yakni kerugian finansial. Transfer resiko dilakukan dengan proses membayar premi atau kontribusi pada perusahaan asuransi, yang akan memberikan penggantian bila terjadi efek finansial suatu risiko yang sudah terjadi.

Suatu kecelakaan diri, contohnya, memiliki pengaruh keuangan berbentuk ongkos perawatan dan/atau kehilangan peluang untuk menerima pemasukan. Di samping itu, timbul juga rasa nyeri dan beban mental kalau kecelakaan tersebut membuat kematian atau kecacatan, sehingga risiko itu menyebabkan pengaruh yang besar. Dari semua dampak yang terjadi, hanya risiko finansial berbentuk biaya perawatan dan kehilangan pendapatan dampak dari kehilangan jiwa atau kecacatan.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

Dampak rasa nyeri dan perasaan kehilangan tidak dapat diasuransikan sebab ukurannya sangat subjektif. Manfaat yang bisa ditawarkan asuransi buat mengganti akibat keuangan itu yakni penggantian ongkos penyembuhan dan pemeliharaan (baik berupa uang atau pelayanan), maupun uang tunai sebagai pengganti kehilangan pemasukan karena kematian atau kecacatan itu.

5. Resiko measurable atau quantifiable

Syarat lain yaitu besarnya kerugian finansial karena risiko tersebut bisa diperhitungkan secara tepat. Bila seorang sakit, wajib bisa diterangkan tempat terjadinya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, tempat pemeliharaan (nama dan lokasi rumah sakit), dan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan yang dilakukan.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

Misalnya, Tn. Ahmad mengalami serangan jantung di Bogar, tanggal 5 Agustus 2016, dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Bogar. Dana yang diperlukan buat perawatan Tn. Ahmad ialah Rp 20 juta. Jadi, yang bisa dimasukkan ke dalam skema asuransi hanyalah biaya perawatan. Adapun rasa sakit sangat susah diukur, walaupun kamu memiliki beraneka macam instrumen, sebab rasa sakit bersifat amat subjektif.

Besar penggantian biaya perawatan wajib disepakati oleh pemegang polis dan asuradur, yang dituangkan dalam kontrak jaminan. Khusus untuk asuransi jiwa, besar kerugian keuangan karena kematian kebanyakan ditawarkan dalam jumlah tertentu, mengingat kesukaran mengukur besar kerugian finansial karena suatu kematian.

Jumlah itu ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Penetapan jumlah tertentu ini disebut quantifiable (dapat ditetapkan jumlahnya) yang dijadikan dasar nilai premi yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

6. Ukuran resiko harus besar (large)

Derajat risiko (severity) memang relatif dan dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu waktu ke waktu lain. Risiko yang bisa dijamin oleh perusahaan asuransi seyogianya melengkapi ketentuan ukurannya. Resiko ongkos rawat inap sebesar Rp 5 juta bisa dinilai besar oleh orang yang berpemasukan rendah, akan tetapi akan dinilai kecil oleh yang berpendapatan di atas Rp 50 juta tiap bulan.

Sebuah sistem asuransi wajib secara akurat menilai karakter risiko yang bakal diasuransikan. Kecondongan asuransi kesehatan di dunia adalah menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif sebab ada hubungan antara risiko dengan biaya kecil dan pelayanan yang membutuhkan biaya mahal. Sebagai contoh kasus, pasien demam berdarah yang datang ke dokter mengandung resiko jadi fatal bila penyembuhan lanjutannya gak ditanggung, karena ada probabilitas orang itu tidak meneruskan pelayanannya sebab kendala biaya.

Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!

Jadi menjamin pelayanan kesehatan secara menyeluruh adalah kombinasi pengurangan risiko (risk reduction) dan transfer resiko. Suatu desain asuransi yang hanya menanggung risiko yang kecil, misalnya cuma pengobatan di puskesmas seperti yang dulu dipraktekkan dengan desain dana sehat atau JPKM, enggak memenuhi ketentuan asuransi. Maka dari itu, di manapun di dunia, model asuransi mikro seperti itu tak memiliki sustainability (kesinambungan) jangka panjang. Kebanyakan, skema seperti itu berusia pendek dan tidak menjadi besar.

Demikian informasi tentang Kita Perlu Mengetahui 6 Risiko yang Ditanggung Asuransi? Kenapa Tidak!, semoga artikel ini mencerahkan kalian. Mohon artikel ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.